Harmonyfm – Serang, PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) tbk atau Bank Banten sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun buku 2025. Dalam pertemuan tersebut, bank kebanggaan masyarakat Banten ini melaporkan performa keuangan yang impresif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp52 miliar serta peningkatan aset yang kini telah menembus angka Rp10 triliun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandi menyampaikan, bahwa capaian di tahun 2025 merupakan fondasi yang kuat. Namun, ia menekankan pesan dari Gubernur Banten Andra Soni agar Bank Banten tidak cepat puas dan terus meningkatkan produktivitasnya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Apa yang dicapai di 2025 sudah sangat baik dengan untung Rp52 miliar. Tahun ini harus lebih tinggi lagi. Harapannya, Bank Banten menjadi motor penggerak ekonomi di Provinsi Banten,” ujar Deden saat ditemui disela RUPST yang digelar di pendopo gubernur Selasa (28/04/26).
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami memaparkan, bahwa hampir seluruh indikator keuangan mengalami pertumbuhan signifikan, rata-rata di atas 30 persen dibandingkan tahun 2024.
Busthami juga mengatakan Bank Banten mengalami peningkatan kinerja finansial dari sisi aset, sisi kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun termasuk bottom linenya. Bottom line dalam artian laba bersih. Termasuk kualitas Kredit ada perbaikan signifikan pada Gross Non-Performing Loan (NPL) di akhir 2025 yang kini berhasil ditekan hingga di bawah 5 persen.
“Aset kita sudah berada di atas Rp10 triliun, kemudian kredit yang diberikan Rp5,07 triliun dan dana pihak ketiga Rp6,42 triliun. Nah, masing-masing item yang tadi kami sebutkan itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2024,” terangnya.
“Keikutsertaan Kabupaten dan Kota dalam menyerahkan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terbukti memiliki implikasi langsung terhadap peningkatan kinerja kami,” imbuh Busthami.
Memasuki tahun 2026, Bank Banten semakin optimis seiring dengan bertambahnya jumlah daerah yang memindahkan RKUD-nya. Saat ini, tercatat Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kota Serang, dan Kabupaten Serang telah menjalin kerja sama.
Busthami memproyeksikan adanya potensi kelolaan kredit baru mencapai Rp3 triliun dari sektor ASN dan P3K di wilayah-wilayah tersebut. Dengan potensi ini, Bank Banten mematok target laba bersih sebesar Rp75 miliar pada akhir 2026.
“Kami terus berbenah, terutama pada aspek produk digital dan layanan karena itu adalah keniscayaan. Kami juga fokus pada efisiensi proses bisnis serta peningkatan kualitas SDM yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.
Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, yang hadir bersama jajaran pimpinan DPRD, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Bank Banten. Menurutnya, kepercayaan publik akan semakin kuat seiring dengan besarnya aset yang dikelola.
“Aset Rp10 triliun ini modal kuat. Kami mendorong agar Bank Banten juga mulai menyasar pelayanan perbankan bagi sektor swasta di Banten. Saat ini pertumbuhan ekonomi Banten berada di angka 5,33 persen, dan Bank Banten menjadi salah satu penyumbang penting di dalamnya,” kata Fahmi.
DPRD berharap konsolidasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan perbankan dapat terus berjalan selaras demi mewujudkan visi misi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Banten. (Ssk)







