Harmonyfm – Serang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten resmi memulai Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dan Penguatan Literasi Kebanksentralan tahun 2026 melalui acara Kick-Off yang digelar BSD City Tangerang Selatan pada Selasa (07/04/26).
Agenda ini menjadi istimewa dengan bergabungnya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke dalam wilayah administratif koordinasi BI Banten, bersanding dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten.
Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa mengungkapkan, bahwa tahun ini terdapat peningkatan signifikan pada jumlah penerima beasiswa atau yang akrab disapa GenBI (Generasi Baru Indonesia).
“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapat kenaikan kuota yang cukup besar, dari 125 menjadi 300 mahasiswa. Ini merupakan apresiasi dari pusat atas keaktifan adik-adik GenBI di Banten dalam mendukung program-program Bank Indonesia,” ujar Ameriza di hadapan para Wakil Rektor dan mahasiswa.
Ameriza menjelaskan bahwa Bank Indonesia melakukan rebranding pada program pendidikan ini. Ke depan, kerja sama dengan perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada bantuan finansial (beasiswa), tetapi diperkuat melalui tiga pilar utama yang selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Secara konsep kita memperkuat program beasiswa ini menjadi tiga pilar seperti kaya Tri Dharma Universitas Tinggi. Jadi bukan hanya aspek pendidikan yang diperkuat, kedepan kita juga memperkuat aspek penelitian dan kajian. Jadi sekarang ini kan baru pendidikan ya, ke depannya itu dimungkinkan kerja samanya di bidang aspek penelitian,” jelasnya.
“Nanti kalau ada mahasiswa yang membuat riset terkait Kebanksentralan bisa mengajukan sponsor ke Bank Indonesia dengan kriteria tertentu. Jadi nanti dalam riset itu kita ada bantuan finansial juga, sepanjang menurut hasil asestmen kami topik-topiknya itu relevan dengan tugas Kebanksentralan. Tapi saat ini belum launching ya. Ini baru tahap pertama,” tambahnya.
Selain itu juga ada kolaborasi melalui KKN Tematik, di mana mahasiswa menjadi agen edukasi ekonomi digital, perlindungan konsumen, hingga kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di desa-desa.
Perubahan kebijakan administratif membuat pengelolaan beasiswa UIN Syarif Hidayatullah kini beralih dari Jakarta ke BI Banten. Ameriza menjamin perpindahan ini akan memberikan pendampingan yang lebih intensif bagi para scholar.
“Meskipun menyandang nama “Jakarta”, secara domisili kampus UIN Syarif Hidayatullah terletak di Ciputat, Tangerang Selatan, yang merupakan wilayah Provinsi Banten,” terangnya.
“Jangan khawatir, justru karena kami hanya mengelola tiga universitas, kami berjanji akan membimbing para scholar ini lebih baik dan lebih dekat daripada di pusat,” imbuhnya.
Adapun rincian kuota penerima beasiswa tahun ini adalah Untirta sebanyak 130 mahasiswa (100 jenjang S1 dan 30 jenjang D3). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 110 mahasiswa (jenjang S1), dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sebanyak 60 mahasiswa (jenjang S1).
“Jadi tahun ini meningkat, tahun lalu UIN SMH hanya 50 mahasiswa, tahun ini 60 orang, kemudian Untirta tahun lalu 75 sekarang menjadi 130. Sedangkan UIN Syarif Hidayatulloh tahun ini dapat jatah 110 mahasiswa,” terang Ameriza.
Selain peningkatan kapasitas leadership, GenBI diharapkan menjadi perpanjangan tangan BI di masyarakat, khususnya dalam mendorong penggunaan QRIS. Ameriza menyebut QRIS sebagai produk fenomenal yang mampu membuat ekonomi lebih inklusif dan memajukan UMKM.

Dalam waktu dekat, para anggota GenBI juga akan dilibatkan langsung dalam gelaran besar Shafara (Sharia Festival Jawara) yang akan dilaksanakan di Bintaro Jaya Xchange.
“Kami ingin adik-adik bukan hanya punya ijazah saat lulus, tapi juga sertifikat pengalaman kerja nyata di Bank Indonesia. Ilmu yang didapat harus disyiarkan agar literasi keuangan masyarakat kita semakin kuat,” tegas Ameriza.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untirta Agus Sjafari mengungkapkan rasa terima kasihnya atas lonjakan jumlah penerima beasiswa. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan.
“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan yang signifikan. Kami sangat mengapresiasi karena program tahun ini merambah ke bantuan penelitian dan kajian, tidak hanya bantuan pendidikan dasar,” ujar Agus.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Untirta Prof. Ir. Alfirano menekankan, bahwa program BI sangat mendukung visi mencerdaskan bangsa melalui penyisipan aspek literasi digital dan inovasi.
Apresiasi mendalam juga datang dari Prof. Imam Subchi, Wakil Rektor Administrasi Umum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menilai skema bantuan BI memiliki keunggulan karena fokus pada pembinaan soft skills dan kompetensi mahasiswa.
“BI tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga peningkatan arah kompetensi. Kami berharap kuota ini terus meningkat, mungkin dari 110 menjadi 500 penerima nantinya,” harap Prof. Imam.
Direktur Eksekutif Pusat Pengembangan SDM UIN Jakarta Zuriyatun Toyibah menambahkan, bahwa kerja sama yang terjalin sejak 2017 ini telah berkembang pesat. “Awalnya hanya 40 penerima, kini meningkat menjadi 110 mahasiswa. Peningkatan ini sangat membantu mahasiswa yang membutuhkan finansial agar tetap bisa menempuh pendidikan tinggi,” jelasnya.
Di pihak lain, Wakil Rektor III UIN SMH Banten Dedi Sunardi menyoroti fleksibilitas beasiswa BI tahun ini. Selain anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI), mahasiswa yang fokus pada riset kebanksentralan dan pengabdian masyarakat kini mendapatkan peluang yang sama.
“Ini adalah dorongan luar biasa bagi pengembangan keilmuan. Seluruh mahasiswa yang memiliki riset terkait dunia kebanksentralan bisa mendapatkan bantuan,” tutur Dedi.
Dedi juga menambahkan bahwa dukungan BI kini tidak lagi terbatas pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa yang memiliki fokus pada riset kebanksentralan dan pengabdian masyarakat juga mendapatkan peluang yang sama untuk memperoleh bantuan finansial.
“Tidak hanya anggota GenBI (Generasi Baru Indonesia), seluruh mahasiswa yang memiliki riset terkait dunia kebanksentralan bisa mendapatkan bantuan. Ini adalah dorongan luar biasa bagi pengembangan keilmuan dan riset di kampus kami,” imbuhnya.
Salah satu poin penting dalam program tahun ini adalah cakupan bantuan yang lebih luas. Bank Indonesia kini menyediakan bantuan penyelesaian tugas akhir, mulai dari jenjang Skripsi, Tesis, hingga Disertasi.
Ada juga Research Grant, skema bantuan penelitian yang terbuka bagi masyarakat umum dan para dosen.
Langkah komprehensif ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen BI dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga melalui penguatan riset berkualitas bagi kemajuan bangsa.
Acara ditutup dengan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BI Banten dengan ketiga universitas untuk periode 2026–2028.(ssk)







