Harmonyfm– Tangerang, Terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Aloha Center, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang., Jum’at (08/05/26).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di wilayah Banten.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, mengungkapkan data pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang sangat signifikan. Berdasarkan data periode Maret-April 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, jumlah transaksi di SPKLU melonjak hingga 25 kali lipat.
“Tercatat dari 8.385 transaksi meningkat drastis menjadi 215.465 transaksi. Ini adalah momentum luar biasa yang menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai beralih dan percaya pada ekosistem kendaraan listrik,” ujar Joharifin.
Hingga saat ini, PLN UID Banten telah mengoperasikan 253 unit EV charger roda empat di 139 lokasi, serta 17 unit EV charger roda dua di 15 lokasi. Joharifin menambahkan bahwa pada tahun 2026 ini, PLN menargetkan pengembangan SPKLU Center di 20 lokasi strategis lainnya untuk memastikan kenyamanan pengguna EV.
Executif Vice President (EVP) Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni mengatakan, kehadiran SPKLU di Aloha Center ini menjadi tonggak penting mengingat adopsi kendaraan listrik di Banten tumbuh sangat pesat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission.
Dalam sambutannya, Joni menekankan bahwa langkah pertama dalam sebuah inovasi seringkali menjadi yang tersulit. Namun, peresmian ini diyakini akan memicu akselerasi pembangunan titik-titik pengisian daya lainnya di Banten.
“Saya yakin ini adalah awal yang sangat baik. Langkah pertama akan diikuti dengan langkah-langkah selanjutnya secara cepat. Kami memproyeksikan penambahan hingga 20 titik baru dalam waktu dekat,” ujar Joni.
Sektor transportasi saat ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Oleh karena itu, PLN fokus membangun ekosistem yang terintegrasi, baik melalui infrastruktur fisik maupun layanan digital seperti fitur Electric Vehicle Digital Service (EVDS) di aplikasi PLN Mobile.
Berdasarkan data nasional, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga April 2026, jumlah kendaraan listrik telah mencapai kurang lebih 208.000 unit. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 71.000 unit dan tahun 2025 sebanyak 146.000 unit.
“Pencapaian satu tahun sebelumnya kini bisa kita raih hanya dalam waktu empat bulan. Peningkatannya bukan lagi dua kali lipat, tapi sudah triple,” jelas Joni.
“Dari total populasi kendaraan listrik, rovinsi Banten menyumbang sekitar 10 persen yakni sebanyak 19.145 unit,” imbuhnya
Dengan adanya SPKLU baru di Aloha Center dan rencana penambahan 20 titik lainnya, PLN berharap rasio tersebut dapat ditekan hingga mendekati 1:20. SPKLU Aloha Center sendiri menyediakan delapan unit pengisian, yang terdiri dari 6 Unit Ultra Fast & Fast Charging (DC),dan 2 Unit AC Charging (22 kW).
Menariknya, PLN kini lebih banyak berperan sebagai penyedia infrastruktur dasar dan pembuka jalan bagi pihak swasta untuk ikut berinvestasi. Dari total 4.911 SPKLU yang tersebar di 3.156 lokasi di seluruh Indonesia, sekitar 41 persen atau 2.020 unit dikembangkan oleh mitra swasta melalui skema penyertaan.
“Kami mengundang para mitra untuk berkolaborasi. Potensi di Banten sangat besar dan terbuka luas. Kami ingin memastikan masyarakat merasa nyaman dan percaya diri menggunakan kendaraan listrik, bahkan untuk perjalanan jauh sekalipun,” ungkap Joni.
Sementara itu, Deputy Director of Commercial Retail 2 Arkana – Agung Sedayu Group Ang Fu Shen menyambut baik kehadiran SPKLU Center di kawasan gaya hidup modern tersebut. Menurutnya, fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk mengisi daya kendaraan mereka sambil menikmati suasana pantai bersama keluarga.
“Kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan bagian dari transformasi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Fasilitas pengisian daya yang terintegrasi di destinasi wisata seperti Aloha akan memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih bagi masyarakat,” tuturnya.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James menyampaikan, bahwa pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik, melainkan bagian dari desain strategis tata kelola energi di Provinsi Banten.
Langkah nyata ini didasari oleh instruksi Gubernur Banten melalui surat edaran terkait penghematan energi. Salah satu kebijakan unik yang telah diterapkan adalah penerapan hari bebas kendaraan berbahan bakar fosil di lingkungan Dinas ESDM.
“Kami sudah memulai satu hari dalam seminggu di mana pegawai dilarang menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil. Hanya kendaraan listrik atau sepeda yang diperbolehkan masuk kantor. Ini adalah upaya kami merubah mindset,” ujarnya. (Ssk)







