Harmonyfm – Serang, PT Bank Pembangunan Daerah (perseroda) Tbk atu Bank Banten resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) penempatan produk dan jasa layanan perbankan dengan RSUD Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil sebagai bentuk sinergi antarlembaga di Provinsi Banten guna meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan rumah sakit.
Wujud Kontribusi Membangun Banten
Direktur Utama RSUD Pakuhaji, Hj. Umie Kulsum, menyatakan bahwa keputusan bermitra dengan Bank Banten merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan dan kesepakatan (MoU) dengan Pemerintah Daerah di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Sebagai unit SKPD, kami mengikuti arahan pimpinan untuk membangun sinergi. Bank Banten adalah milik kita semua, khususnya masyarakat Banten. Kami berkewajiban untuk berkontribusi membesarkannya,” ujarnya saat ditemui usai acara penandatanganan di kantor pusat Bank Banten, Rabu (31/12/25).
Ia merinci bahwa kerja sama ini mencakup pengelolaan gaji (payroll) bagi pegawai. Saat ini, RSUD Pakuhaji didukung oleh 500 SDM, di mana 115 pegawai P3K sudah secara otomatis melakukan pembayaran gaji melalui Bank Banten.
Selain itu, tenaga harian lepas yang terdiri dari dokter spesialis, perawat, hingga tenaga penunjang lainnya dengan total anggaran sekitar Rp14 hingga Rp15 miliar per tahun juga akan dikelola melalui bank pembangunan daerah tersebut.
Target Akusisi 17 RSUD se-Banten
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada RSUD Pakuhaji. Ia menyebut RSUD Pakuhaji sebagai rumah sakit kedua di Kabupaten Tangerang yang bergabung setelah RSUD Balaraja.
“Ini adalah tanggung jawab kami sebagai BUMD untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pengelolaan BLUD, yang pada akhirnya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Banten secara umum,” kata Busthami.
ia juga menjelaskan sementara ini memang sudah melakukan pengelolaan RKUD. Kemudian ada pengelolaan pra RKUD. “Untuk pengelolan Pra RKUD di antaranya sudah kita lakukan dengan Kabupaten Tangerang, terus kemudian Kabupaten Serang. Salah salah satu poin di dalam pengelolaan pra RKUD itu adalah BLUD dalam konteks ini namanya RSUD,” jelas Busthami.
Senada dengan itu, Direktur Bisnis Bank Banten, Bambang Widyatmoko, mengungkapkan ambisinya untuk mengakuisisi seluruh RSUD di wilayah Banten. Dari total 17 RSUD yang ada, pihaknya menargetkan seluruhnya sudah bergabung pada Triwulan I tahun 2026.
“Saat ini kami sudah melakukan sosialisasi intensif. Wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak (RSUD Aji Darmo) sudah menyatakan siap bergabung. Harapan kami di awal 2026, semua sudah bersama-sama membesarkan Bank Banten,” ungkap Bambang.
Unggulkan Teknologi “Smart Hospital”
Dalam kerja sama ini, Bank Banten menawarkan keunggulan teknologi melalui aplikasi Smart Hospital, hasil kolaborasi dengan Bank Jatim. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat pencatatan pendapatan rumah sakit secara real-time.
“Kami memberikan layanan advance. Pembayaran bisa melalui virtual account dan kanal online lainnya dengan sistem H+0. Ini memungkinkan manajemen RSUD melakukan kalkulasi pendapatan lebih cepat dan akurat dibanding sistem sebelumnya,” jelas Bambang.
Dukungan Pemkab Tangerang
Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kabupaten Tangerang, Aep Mulyadi, menyatakan dukungannya terhadap langkah sinergi ini. Ia berharap transisi layanan perbankan ini tidak mengganggu operasional pelayanan kepada pasien.
“Sesuai arahan pimpinan, kami berharap semua berjalan baik tanpa hambatan. Fokus utama kita adalah pelayanan masyarakat tetap terjaga dan semakin optimal dengan dukungan sistem perbankan yang baru ini,” tutup Aep. (Ssk)







