Harmonyfm– Tangsel, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten terus mengakselerasi perluasan ekosistem digital di wilayah Banten. Kali ini, BI Banten menggandeng Bank Muamalat untuk menyasar digitalisasi 1.000 masjid melalui pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Kerja sama strategis ini diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan antara BI Banten, Bank Muamalat, dan Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya dalam rangkaian penutupan acara Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Xchange Mall, Tangerang Selatan, Minggu (24/05/26).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Banten Ameriza M. Moesa, menyampaikan bahwa penutupan acara ini menandai peluncuran dua program besar sekaligus.
“Yang pertama adalah program 1.000 Masjid (QRIS), dan yang kedua adalah pemberdayaan ekonomi masjid. Kami berkomitmen agar masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Ameriza.
“Semoga ini bisa direplikasi ke masjid-masjid lain di Banten,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten.Bunyamin Hafidz menegaskan pentingnya konsep “memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid” melalui ekonomi berbasis syariah.
“Masjid adalah pusat peradaban, bukan hanya tempat ibadah spiritual. Kami berkomitmen berkolaborasi dengan BI Banten dan Bank Muamalat untuk membuka peluang ekonomi di sekitar masjid bersama UMKM. Saat ini sudah banyak contohnya, seperti di Masjid Raya Al-Azhom Tangerang dan Masjid Al-Banten yang sekitarnya sudah dipenuhi pelaku UMKM,” jelas Bunyamin.
Region Head Muamalat Indonesia Jakarta West Agung Bayu, mengungkapkan komitmen penuh Bank Muamalat dalam menyukseskan target 1.000 QRIS untuk masjid di Provinsi Banten lewat semangat tagline “Jawara Kota” (Jayakan Masjid, Warung, Toko, dan Sekitar Kita).
“Kami yakin pergerakan ekonomi dimulai dari masjid dan akan menggerakkan sektor di sekitarnya, seperti warung, pasar, dan toko,” kata Agung.
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa digitalisasi ini tidak hanya berhenti di area fisik masjid. Sesuai arahan BI Banten, Bank Muamalat akan mempermudah transaksi jemaah langsung dari rumah menggunakan mobile banking atau inovasi produk QRIS unik.
“Kami akan bikin paket menarik, mungkin dalam bentuk gantungan kunci atau gantungan motor yang dibagikan ke warga di masjid binaan. Tujuannya supaya warga tidak perlu menunggu ke masjid, tapi dari rumah juga sudah bisa bertransaksi QRIS,” tambahnya.
Program ini juga terinspirasi dari keberhasilan Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) Tangerang Selatan yang telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat kecil selama 7 tahun terakhir tanpa riba.
Ketua Yayasan MRBJ Prastowo M. Wibowo memaparkan, bahwa program yang dimulai sejak Desember 2019 dengan 18 UMKM tersebut kini telah berkembang pesat.
“Sudah berjalan 7 tahun dari mulai Desember 2019 dengan 18 UMKM. Sekarang sudah lebih dari 210 UMKM. Dengan perputaran dana di atas Rp10 miliar. Jadi mereka bisa pinjam antara Rp500.000 sampai dengan Rp3 juta. Ini salah satu ikhtiar,” ujarnya.
“Tata kelola manajemen kita juga transparan dengan raihan audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 tahun berturut-turut,” imbunya.
Tak hanya itu, Masjid Raya Bintaro Jaya kini juga sukses menjadi meeting point yang ramah milenial melalui kehadiran 10 kedai food court, ada Fresh mart, hingga Kafe tempat berkumpul anak muda.
“Tadi Pak Ameriza mengatakan kita mau kembangkan 1.000 UMKM tambahan lagi. Nah, model pemberdayaan ini akan kita replikasi ke masjid-masjid lain di Banten, sehingga masjid lain juga bisa melakukan pembiayaan mudah tanpa riba untuk para pengusaha UMKM,” pungkas Prastowo.(ssk)







