Harmonyfm – Tangsel, Kegiatan Shafara dan Digiwara 2026 resmi ditutup. Gelaran tahun ini sukses mengkolaborasikan potensi ekonomi syariah dan ekosistem digital, yang terbukti lewat antusiasme tinggi masyarakat serta capaian transaksi yang fantastis selama tiga hari pelaksanaan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Banten Ameriza M. Moesa mengungkapkan rasa gembiranya atas kolaborasi apik antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, instansi pendidikan Islam, hingga para pelaku usaha.
“Ternyata ekonomi dan keuangan syariah bisa berkolaborasi dengan digital dan dampaknya luar biasa. Kita tidak hanya selebrasi, tapi ada cuannya melalui *business matching*,” ujar Ameriza dalam sambutan penutupannya pada Minggu (24/05/26).
Berbeda dari tahun sebelumnya, Shafara dan Digiwara 2026 membawa inovasi baru yang berfokus pada penguatan program ekonomi syariah, seperti optimalisasi wakaf produktif berbasis ekosistem masjid serta edukasi melalui Olimpiade Ekonomi Syariah Regional.
“Antusiasme pelaku usaha juga meningkat. Tahun ini kompetisi dan pameran diikuti oleh 61 booth (naik dari 54 booth pada tahun lalu), yang terdiri dari 18 booth lembaga keuangan syariah, 35 booth UMKM, dan 8 booth komoditas kopi,” terang Ameriza.
Selama tiga hari penyelenggaraan, lanjut Ameriza, tercatat perputaran ekonomi yang signifikan dengan kenaikan omset mencapai 5,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Keberhasilan ini terefleksi juga dengan berbagai pencapaian selama 3 hari ini. Jumlah pengunjung selama 3 hari tercatat sebanyak 80.180 orang, rata-rata lebih dari 26.000 pengunjung per hari, dengan puncak kunjungan pada hari Sabtu dan Minggu.
Sedangkan untuk total transaksi selama acara menembus Rp4,3 Miliar, dengan rincian penjualan UMKM & Komitmen Business Matching sebesar Rp548 Juta.Business Matching Ekspor UMKM Rp1,3 Miliar, business matching dalam negeri sebesar Rp2,5 Miliar, dan bisnis matching pembiayaan syariah selama 3 hari bisa mencairkan kredit sebanyak Rp1,16 Miliar.
Kehadiran perbankan syariah dan layanan publik digital juga mencatat performa gemilang dengan adanya pembukaan rekening baru sebanyak 65 nasabah syariah, adanya pengajuan Kredit Perumahan (KPR) sebesar Rp3 Miliar. Pembayaran Pajak Kendaraan (Samsat Keliling) Rp28 Juta, dan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 Juta.
“Kalau ditotal-total untuk kredit usaha rakyat sebanyak Rp500 juta dan kredit perumahan sebanyak 3 miliar. Tepuk tangan untuk perbankan syariah. Jadi selama 3 hari bisa nyari nasabah nih, Pak,” ungkap Ameriza.
Ameriza juga menggarisbawahi pergeseran kebiasaan digital masyarakat Banten yang semakin akrab dengan transaksi non-tunai (cashless). Penjualan produk UMKM selama acara didominasi oleh pembayaran menggunakan QRIS dan Kartu Debit dengan total transaksi mencapai Rp486 Juta.
Kolaborasi dengan Digital Jawara Festival juga memfasilitasi masyarakat untuk melakukan pembayaran digital, termasuk pembayaran zakat produktif dan wakaf secara instan via aplikasi.
Selain transaksi ekonomi, acara ini juga diramaikan oleh aspek edukasi. Tercatat sebanyak 1.241 orang memanfaatkan layanan konsultasi produk/digital, serta sebanyak 1.050 peserta berpartisipasi aktif dalam berbagai perlombaan yang digelar.
“Jadi kami buka layanan konsultasi, dan tercatat sebanyak 1.241 masyarakat yang bertanya, baik itu terkait dengan layanan konsultasi, layanan terkait digital, maupun juga terkait produk,” ujar Ameriza.
Melalui capaian positif ini, Bank Indonesia berharap Shafara dan Digiwara dapat terus menjadi ruang promosi strategis sekaligus wujud nyata kolaborasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan digitalisasi daerah di Provinsi Banten.
“Pencapaian ini patut kita syukuri. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi dan mencari untung (cuan), tetapi menjadi wujud nyata kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan digital di Banten,” pungkas Ameriza.(ssk)







