Harmonyfm– Tangsel, Memasuki hari kedua, gelaran Shafara dan Digiwara Festival 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten berlangsung semarak.
Rangkaian acara pada hari kedua ini didominasi oleh berbagai kegiatan edukatif, mulai dari kompetisi pelajar, public exposure bersama pemerintah daerah, hingga deretan talk show interaktif yang berfokus pada ekonomi syariah dan sistem pembayaran digital.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten Agus Sumirat mengungkapkan, bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung (experience) kepada masyarakat dalam menggunakan kanal pembayaran digital secara aman dan efisien.
Kemeriahan hari kedua diawali sejak pagi hari dengan digelarnya kompetisi cerdas cermat Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat SMA yang diikuti oleh tiga sekolah finalis. Kompetisi ini bertujuan untuk menanamkan literasi keuangan kepada generasi muda sejak dini.
Memasuki siang hari, agenda berlanjut ke sesi public exposure yang melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) di wilayah Tangerang Selatan dan Pemerintah Provinsi Banten.
“Siang ini kita melakukan public exposure ke Pemda-Pemda di Tangerang Selatan dan provinsi untuk menginformasikan kanal-kanal pembayaran digital, baik itu untuk distribusi maupun optimalisasi pajak,” ujar Agus Sumirat saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (23/05/26).
Selain itu, Bank Indonesia juga menggelar talk show khusus mengenai tata cara penggunaan e-step. Diskusi ini menarik perhatian besar karena menghadirkan perspektif yang kaya dengan melibatkan para pengusaha, pihak pemerintah daerah, hingga pelaku kreatif atau influencer.
Melihat padatnya pengunjung yang memadati area Shafara dan Digiwara Festival 2026 di Bintaro Xchange Mall Tangerang Selatan, Agus menyatakan optimisme yang tinggi terhadap omset UMKM dan capaian literasi masyarakat. Berdasarkan data awal, nilai transaksi pada hari pertama saja sudah menunjukkan angka yang sangat positif. “Omset hari pertama di pagi terinformasi mencapai sekitar Rp150 juta,” ungkapnya.
“Melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar, baik untuk peningkatan literasi maupun transaksi produk UMKM, kami sangat mengapresiasi. Untuk data transaksi hari kedua baru bisa kita ketahui secara pasti pada sore atau malam nanti,” tambah Agus.
Rangkaian hari kedua tidak berhenti sampai di situ. Pada sore hari, panitia telah menyiapkan talk show*m seputar Financial Planner (perencanaan keuangan) untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan di era digital.
Agus Sumirat berharap festival ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat luas hingga hari terakhir pelaksanaan.
“Harapan kami sampai hari terakhir nanti, pengunjung dari wilayah Tangerang Selatan maupun wilayah lainnya bisa berbondong-bondong datang ke sini. Bank Indonesia akan terus berusaha maksimal untuk mengedukasi masyarakat, memberikan literasi untuk pengembangan UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah,” pungkasnya.(ssk)







