Harmomyfm – Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon resmi menjalin sinergi strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait layanan perbankan untuk operasional RSUD Kota Cilegon yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, pada Rabu (06/05/26).
Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membesarkan bank milik Provinsi Banten. Ia menyebut kerja sama di tingkat RSUD ini sebagai fase awal sebelum transisi penuh Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten.
“Ini adalah langkah awal komitmen kami untuk bersinergi. Kami ingin tumbuh bersama agar memberikan dampak konstruktif bagi kemajuan daerah. Insyaallah, kami sudah komitmen tahun depan RKUD kita melalui Bank Banten,” ujar Robinsar.
Meski demikian, Robinsar memberikan catatan khusus kepada manajemen Bank Banten untuk memanfaatkan waktu transisi satu tahun ini guna meningkatkan infrastruktur.
“Kami mohon dari segi kuantitas, pelayanan, dan program segera dioptimalkan. Saya minta Bank Banten memastikan kesiapan operasional di Cilegon, termasuk penambahan titik ATM dan gerai penunjang lainnya agar saat RKUD dialihkan nanti, semuanya sudah siap tanpa ada kendala lagi,” tegasnya.
Hadir mewakili Direktur Utama Bank Banten, Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Virgianto menyampaikan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen bank pembangunan daerah tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Eko menekankan bahwa kehadiran Bank Banten di lingkungan RSUD bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih modern.
“Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan publik. Kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi, aman, dan efisien guna mendukung kelancaran operasional RSUD,” ujar Eko.
“Dengan dukungan layanan berbasis teknologi, sistem pembayaran yang lebih cepat serta pengelolaan transaksi yang transparan. Kami optimis kerja sama ini akan memberikan nilai tambah nyata bagi pemerintah Kota Cilegon dan masyarakat luas,” imbuhnya.
Eko juga menjelaskan bahwa penguatan layanan di unit publik seperti RSUD adalah komponen vital bagi pengelolaan keuangan daerah yang dinamis. Bank Banten terus mengembangkan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan pemerintah daerah, mulai dari operasional harian hingga solusi keuangan komprehensif.
“Kami optimis kerja sama ini akan memberikan nilai tambah nyata bagi Pemerintah Kota Cilegon dan masyarakat luas. Seiring dengan semangat transformasi, kami ingin memastikan Bank Banten terus melesat kuat dan hebat,” ungkapnya.
Bank Banten menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Walikota Cilegon beserta jajaran manajemen RSUD Kota Cilegon atas kepercayaan yang diberikan.
Di sisi lain, Kepala Kantor OJK Banten Adi Dharma menyatakan, pihaknya akan mengawal ketat rencana aksi teknologi informasi (TI) Bank Banten. OJK menargetkan perbaikan performa digital, seperti stabilitas mobile banking, harus rampung pada tahun 2026.
“Kami minta kecepatan dan hambatan seperti sistem yang “ngehang” tidak terjadi lagi. Pada triwulan II-2026 ini, kami minta Bank Banten segera menyelesaikan kolaborasi dengan induk KUB di Jawa Timur agar masalah IT tuntas tahun ini. Targetnya, 2027 Bank Banten sudah ‘lari’ kencang,” jelas Adi.
Sementara itu, Direktur RSUD Cilegon, dr. Ratu Robiatul Alawiyah, menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada pengelolaan dana operasional rumah sakit yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Untuk tahun ini, kisaran anggaran yang dikerjasamakan sekitar Rp90 miliar. Ini khusus untuk rangkaian operasional rumah sakit. Sementara untuk gaji pegawai masih melalui skema APBD (RKUD),” terang dr. Ratu.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti di sektor kesehatan saja, namun membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di masa depan demi kesejahteraan masyarakat Banten, khususnya warga Kota Cilegon. (Ssk)







