Harmonyfm – Serang, Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Serang sejak Jumat (2/1/2026) mengakibatkan SMP Negeri 25 Kota Serang terendam banjir. Kondisi ini memaksa aktivitas pendidikan di sekolah yang berlokasi di Lingkungan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen tersebut lumpuh total.
Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, turun langsung meninjau lokasi pada Minggu (04/01/26). Ia mengonfirmasi bahwa ketinggian air di area sekolah telah mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 60 sentimeter.
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
Ahmad Nuri menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan warga sekolah. Mengingat kondisi debit air yang cukup tinggi, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka dinilai sangat berbahaya.
“Hari ini kita menengok SMPN 25 yang kebetulan mengalami banjir dengan debit air yang lumayan. Ketinggian air hampir satu lutut,” ujar Nuri di sela-sela kunjungannya.
Sebagai langkah antisipasi agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi, Dindikbud telah menyiapkan skema pembelajaran daring (online) yang akan dimulai pada Senin esok jika air belum kunjung surut.
“Kalau sampai air ini tidak surut, kebijakannya besok (Senin, 5 Januari 2026) kita daring saja sampai air benar-benar surut dan tidak terjadi rob lagi,” tegas Nuri.
Koordinasi Lintas Sektor dan Solusi Jangka Panjang
Untuk mempercepat proses pemulihan, Dindikbud telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang. Beberapa langkah strategis yang tengah diupayakan antara lain penyedotan air menggunakan pompa dan teknologi khusus untuk membuang genangan dari area sekolah, pemantauan Rob, untuk antisipasi potensi air pasang yang dapat memperparah genangan.
Banjir Terparah di SMPN 25
Kepala SMPN 25 Kota Serang, Muhammad Rosyidi, mengungkapkan bahwa musibah kali ini merupakan yang terparah dalam sejarah sekolah tersebut. Menurutnya, biasanya sekolah masih bisa beroperasi meski ada genangan ringan.
“Biasanya, meski terjadi genangan, KBM masih bisa dilaksanakan. Namun kali ini kondisi banjir cukup berat sehingga memerlukan perhatian dan solusi jangka panjang,” ungkap Rosyidi.
Pihak sekolah berharap adanya perbaikan infrastruktur yang signifikan dari pemerintah daerah agar para peserta didik dapat kembali belajar di ruang kelas dengan aman dan nyaman tanpa bayang-bayang banjir susulan.(ssk)







