Harmonyfm – Tangerang, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasojo, melakukan peninjauan langsung kesiapan infrastruktur kelistrikan menyambut Idul Fitri 2026. Peninjauan dilakukan di SPKLU Rest Area KM 43 Tangerang dan PLTGU Cilegon pada Senin (16/03/2026).
Darmawan menegaskan bahwa seluruh sistem kelistrikan nasional, mulai dari pasokan energi primer hingga jaringan transmisi, berada dalam kondisi aman dan andal untuk melayani masyarakat selama masa Ramadan dan Lebaran.
PLN telah memastikan stok batubara, gas, dan BBM untuk pembangkit dalam posisi aman. Pemeliharaan infrastruktur juga telah dirampungkan jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
“Kami mengerahkan lebih dari 72.000 personel yang tersebar di 4.100 posko di seluruh penjuru Indonesia. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan nyaman,” ujar Darmawan.
Menanggapi tren kenaikan pengguna kendaraan listrik (EV) yang diprediksi meningkat 1,5 kali lipat dibanding tahun 2025, PLN melakukan langkah optimasi besar-besaran di jalur mudik.
“Kita mengganti unit slow charging didaerah jalur mudik diganti menjadi fast charging dan ultra fast charging. Dan jumlahnya kami tambah menjadi 1,7 sampai 1,8 kali lipat. Kami juga ada fitur Trip Planner dan antrean digital pada aplikasi PLN Mobile untuk mengurai kepadatan,” terangnya.
“Tetapi kalau ada saudara-saudara kita yang mudik mengalami kesulitan dalam charging mobil listriknya, bisa menggunakan WhatsApp call yaitu 0877 7111 2123. Operator kami akan membantu dan kami juga sudah menyediakan 15 SPKLU Mobile yang langsung bisa menjemput di mana posisi mobil listrik tersebut,” imbuh Darmawan.

Secara nasional, PLN memproyeksikan penurunan beban puncak selama libur Idul Fitri karena melambatnya aktivitas industri. Beban puncak biasanya di angka 45 sampa 46 Giga Watt, dalam rangka hari raya Idul Fitri ini turun menjadi 35 Giga Watt.
“Industri-industri mulai slow down, mulai mudik ke keluarga masing-masing dikampung halaman masing-masing. Kita melihat bahwa beban puncak mulai turun, dan diperkirakan nanti pada hari raya Idul Fitri beban puncak 35 GW, Sedangkan daya mampu pasok sekitar 51, 9 GW. Jadi cadangan cukup,” jelas Darmawan.
Di PLTGU Cilegon sendiri, beban terpantau menurun karena banyak industri yang sudah mulai libur. Meski demikian, kesiagaan tetap dijaga 24 jam.
Darmawan juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk tetap waspada terhadap keamanan kelistrikan di rumah masing-masing. “Mohon jangan lupa mencabut peralatan listrik seperti setrika dan kompor listrik sebelum meninggalkan rumah,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Dirut PLN menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, atas arahan dan dukungannya dalam menjaga keandalan energi nasional.
PLN berkomitmen memberikan pengamanan ekstra di lokasi-lokasi ibadah pada hari H Idul Fitri agar pelaksanaan salat Id dapat berlangsung khusyuk tanpa gangguan listrik.(ssk)







