Harmomyfm – Serang, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang menunjukkan komitmen nyata dalam membenahi fasilitas publik. Memasuki awal tahun 2026, kawasan Stadion Maulana Yusuf kini tampil lebih rapi dan nyaman setelah dilakukan penataan menyeluruh sejak tahun 2025.
Perubahan signifikan terlihat pada area jogging track yang sebelumnya semrawut dan dipenuhi pedagang. Kini, lintasan lari tersebut telah dikembalikan fungsinya sehingga masyarakat dapat berolahraga dengan lebih leluasa. Para pedagang pun telah ditata lebih rapi dan terpusat di area Pujasera.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya bertahap untuk memperbaiki kualitas layanan di bidang olahraga, kepemudaan, hingga pariwisata.
“Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kita perbaiki. Mulai dari sarprasnya, kepemudaannya, olahraganya, hingga pariwisatanya. Di 2025, anggaran kita bagi secara prioritas untuk perbaikan fisik maupun pembinaan atlet,” ujar Zeka saat ditemui pada Minggu (25/01/26).
Fokus Perbaikan Fasilitas dan Pendataan Aset
Tidak hanya kawasan stadion, perbaikan juga menyentuh Gelanggang Galuh Remaja (GGR) yang sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian plafon. Selain itu, Disparpora tengah melakukan audit dan pendataan aset secara menyeluruh untuk memastikan semua fasilitas milik pemerintah daerah terjaga dengan baik. Dan optimalisasi area Pujasera agar lebih tertata bagi pedagang dan pengunjung.
“Saat ini semua aset sudah didata, dari fasilitas olahraga hingga gedung. Kedepan, ini akan kita tata satu per satu agar lebih maksimal lagi,” tambahnya.
Penataan ini juga sejalan dengan visi Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang memprioritaskan revitalisasi Alun-alun Kota Serang pada tahun 2026 ini.
“Intinya Disparora mendukung penuh program Walikota untuk meningkatkan sarpras di Kota Serang untuk masyarakat,” tegasnya.
Wisata Baru: Susur Sungai dan Glamping di Umbul Tengah
Selain fokus pada infrastruktur olahraga, Disparpora Kota Serang tengah menyiapkan kejutan di sektor pariwisata. Destinasi Susur Sungai Umbul Tengah kini sedang dikembangkan sebagai ikon wisata baru berbasis masyarakat.
Zeka membocorkan bahwa jika tidak ada kendala, destinasi ini akan resmi diluncurkan setelah Lebaran Idul Fitri 2026. Menariknya, konsep yang diusung tidak kalah dengan daerah lain.
“Jika daerah lain punya Puncak atau Pangalengan dengan glamping-nya, Insya Allah Kota Serang ke depan juga akan punya area glamping sendiri melalui keterlibatan erat masyarakat setempat,” pungkas Zeka optimis.
Dengan penataan aset yang disiplin dan inovasi wisata lokal, Kota Serang diharapkan mampu meningkatkan indeks kebahagiaan warga sekaligus menarik wisatawan dari luar daerah.(ssk)







