Harmomyfm-Serang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten bersama DPW Asosiasi Pengusaha Mie dan Bakso (Apmiso) Banten melakukan penandatanganan komitmen untuk memperluas penggunaan transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Senin (19/05/25).
Acara yang dinilai strategis ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi pembayaran di kalangan pedagang mie dan bakso, yang memiliki anggota hampir 50.000 dan merupakan salah satu jajanan favorit di masyarakat Banten.
Kepala KPw BI Banten, Ameriza M Moesa, menyampaikan bahwa kerjasama ini meliputi tiga fokus utama yaitu perluasan pembayaran QRIS,, edukasi kepada masyarakat, serta promosi dan publikasi. Ia berharap digitalisasi ini akan mempermudah dan mempercepat penetrasi pembayaran digital di Banten.
“Harapan kami dengan semakin terdigitalisasinya pedagang mie dan bakso, penetrasi digitalisasi pembayaran kepada masyarakat di Banten akan semakin mudah dan semakin cepat, semakin luas,” ujarnya saat ditemui seusai acara.
Lebih lanjut, Ameriza menjelaskan bahwa QRIS dirancang untuk transaksi ritel dengan nilai yang tidak besar, termasuk pedagang bakso dengan harga di bawah Rp500.000.
“Kebijakan saat ini membebaskan transaksi UMKM mikro di bawah Rp500.000 dari Merchant Discount Rate (MDR), sehingga diharapkan semakin menarik minat masyarakat untuk menggunakan QRIS,” terangnya.
“Alasan kenapa kita kok masuk ke bakso ya karena kan sekarang anak-anak muda itu ya konsumen terbesarnya bakso itu kan cenderung tidak membawa uang tunai sehingga kami harapannya dengan QRIS ini customer-nya makin banyak,” tambahnya.
Meskipun belum dapat memproyeksikan target volume transaksi, Ameriza berharap kerjasama ini dapat meningkatkan omset pedagang mie dan bakso di Banten. Saat ini, volume transaksi di Banten mencapai Rp56 triliun per tahun.
Ketua Apmiso Banten, Agus Tugiman, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 10% dari anggotanya telah menggunakan QRIS dan masih dalam tahap edukasi.
Ia menargetkan, melalui kerjasama ini dan edukasi berkelanjutan, sebanyak 80% pedagang mie dan bakso di Banten akan mengadopsi QRIS.

“Kemarin saya sudah melakukan survei ke beberapa UMKM dan sekarang sudah memiliki QRIS semua, karena anak-anak muda terutama sekarang anak anak milenial ini semua sudah pakai itu. Dengan adanya edukasi dan kerja sama ini kita menargetkan 80% pedagang mie bakso akan menggunakan QRIS,” kata Agus.
Agus juga menambahkan bahwa rata-rata pedagang bakso, baik keliling maupun yang memiliki pangkalan, sudah memiliki rekening bank, bahkan mencapai 80%. Hal ini akan mempermudah implementasi QRIS.
Kabid Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Dinkopukm Banten, Gustiawan, menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten terhadap inisiatif ini. Menurutnya, transaksi non-tunai melalui QRIS sudah menjadi tren dan sangat relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini.
“Kami selaku Pemerintah Provinsi Banten yang sangat mendukung masalah QRIS ini jadi sekarang ini kan sudah enggak model lagi yang namanya kita itu kalau mau belanja pakai uang cash atau uang tunai lah ya. Nah sekarang ini kalau mau beli apa saja cukup kita pakai HP udah bisa,” ujar Gustiawan.
Kepala BRI Cabang Serang, Thamrin, juga menyambut baik kerjasama ini. Pihaknya telah aktif melakukan sosialisasi QRIS kepada nasabah dan melihat potensi peningkatan omset pedagang mie dan bakso melalui pembayaran digital. Selain itu, QRIS juga dinilai dapat mengurangi risiko peredaran uang palsu.
“Justru dengan adanya QRIS itu akan meningkatkan omzet dari pedagang mie dan bakso karena saat ini pasar market dari Gen Z saat ini ya banyak menggunakan smartphone untuk pembayarannya jarang bawa uang,” kata Thamrin.
BRI menyatakan kesiapannya untuk mendukung target 80% bahkan 100% penggunaan QRIS di kalangan pedagang mie dan bakso. dengan mengerahkan sekitar 350 personel yang tersebar di berbagai unit kerja.
“Kami ada sekitar 350 peesonal yang tersebar di 18 BRI unit, 2 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan 1 kantor cabang. Kami siap untuk jemput bola ke pedagang-pedagang,” ujarnya.
Thamrin juga mengungkapkan bahwa jumlah nasabah BRI di Banten yang telah menggunakan QRIS mencapai 187.855 dengan nilai transaksi sales volumenya sebesar Rp2,4 triliun. Kebijakan BRI saat ini menggratiskan MDR untuk transaksi ultra mikro dan non-ultra mikro di bawah Rp500.000 guna mendorong penggunaan QRIS di kalangan UMKM.
Kerjasama antara KPw BI Banten dan Apmiso Banten ini diharapkan menjadi langkah signifikan dalam mengakselerasi digitalisasi pembayaran di Banten, khususnya di sektor UMKM kuliner yang memiliki potensi besar. (ssk)