Harmonyfm-Serang, PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terkait pengelolaan RKUD di Lebak.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami dengan Pj Bupati Lebak Gunawan Rusminto, dan penandatangan dengan Kepala BKAD Lebak, Halson Nainggolan.
Terlihat hadir juga Sekda Lebak, Budi Santoso, Pj Sekda Banten Usman Asshiddiqi Qohara, Kepala Bapenda Banten Deni Hermawan, Direktur Bisnis Bambang Widyatmoko, Direktur Operasional Rodi Judo Dahono, Direktur Kepatuhan Eko Virgianto, Kepala BPKAD Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, serta jajaran Bank Banten dan Pemkab Lebak.
Pj Bupati Lebak Gunawan Rusminto mengatakan, Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Lebak dalam rangka untuk kerjasama dengan Bank Banten. Ada beberapa evaluasi yang disampaikan kepda Banl Banten dari kerjasama yang Kemari.
“ni merupakan evaluasi dari kita, mudah-mudahan perjanjian kerjasama yang saat ini kita tandatangani untuk 2024 ini bisa lebih baik lagi ke depannya. Hal-hal itu jadi catatan juga untuk Bank Banten dan mudah-mudahan dari catatan kecil itu bisa memperbaiki segala bentuk macam kekurangan-kekurangan,” katanya.
Selama bekerjasama dengan Bank Banten, setiap kegiatan-kegiatan apapun di Pemkab Lebak, tanpa dipinta beliau (Dirut Bank Banten) menawarkan apa yang bisa dibantu. Ini merupakan bentuk perhatian lebih dari Bank Banten terhadap kerja dari pada Pemerintah Lebak.
“Ini merupakan kerjasama yang sangat baik, dan saya sampaikan terima kasih kepada Bank Banten, kepada Pemprov, bagaimana kedepannya lebih baik lagi, pendapatan dan kinerjanya lebih baik lagi, sehingga hal-hal yang bisa membawa perubahan untuk Lebak lebih baik lagi kedepannya di tahun 2025,” tandas Gunawan.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengungkapkan, hari ini Bank Banten melakukan perpanjangan nota kesepahaman, dan kerja sama terkait dengan pengelolaan RKUD Pemkab Lebak. Ini berarti bentuk komitmen dari Pemkab Lebak sebagai bagian daripada Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Banten. Dan keterlibatan Kabupaten Lebak dengan memindahkan pengelolaan RKUD dke Bank Banten memberikan imbas yang sangat positif bagi perbaikan kinerja Bank Banten.

“Tadi sudah saya sampaikan, posisi kita di November jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama, dimana laba bersih Bank Banten mencapai Rp19, 5 miliar naik 205 persen bila dibandingkan tahun 2023 di bulan yang sama hanya sebesar Rp9,47 miliar,” ungkapnya.
“InshaAllah, kita tutup akhir tahun 2024 dengan Bottom line laba bersih kita bisa jauh lebih baik,” imbuh Busthami.
kemudian Busthami juga menyampaikan kepada Pj Bupati Lebak bahwa pada tanggal 12 Desember Bank Banten sudah menandatangani shareholders’ agreement (SHA) dengan Bank Jatim dalam konteks mekanisme Kelompok Usaha Bersama (KUB) untuk memenuhi ketentuan POJK nomor 12 tahun 2020 tentang modal inti minimum Rp3 triliun.
“Ini sebenarnya adalah inti atau pokok daripada mekanisme KUB. Memang masih ada beberapa proses administratif tetapi secara spesifik bisa kita sebutkan dengan penandatanganan SHA tersebut ada beberapa hal yang dapat Bank Banten peroleh. Yang pertama adalah kita sesuai dengan jangka waktunya telah memenuhi ketentuan modal inti minimum seperti yang dimaksud oleh OJK sebagai regulator. Yang kedua adalah kesempatan kita mengembangkan bisnis yang lebih besar lagi, karena kita bekerja sama dengan Bank Jatim yang merupakan salah satu BPD terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Menanggapi terkait beberapa catatan pelayanan Bank Banten yang disampaikan oleh Pj Bupati Lebak, Busthami mengatakan akan memperhagikan dan perbaiki terus kedepannya.
“Secara strategis seperti yang saya sampaikan tadi, penatanganan SHA Bank Banten harusnya tidak lagi jadi pertanyaan, karena dengan mekanisme KUB dengan ditandatangani SHA hal-hal yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan modal, likuiditas, apalagi kesempatan mengembangkan bisnis itu jauh lebih besar lagi,” jelasnya.
“Untuk laba bersih sampai Desember tahun 2023 kemarin kan kita dapat Rp26,59 miliar. Untuk tahun ini kita akan coba upayakan semaksimal mungkin, kalau bisa sampai dua kali lipat dari laba bersih tahun 2023 kemarin,” pungkas Busthami. (ssk)