Harmonyfm – Serang, Persiapan Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar (MA) yang akan digelar di Kota Serang pada 11-13 April 2026 sempat diwarnai ketegangan antara pihak panitia dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang. Ketegangan dipicu oleh penertiban atribut acara berupa bendera dan umbul-umbul di sejumlah ruas jalan protokol.
Dalam sesi bincang pagi di radio Harmony Fm Serang Pada Jumat (10/04/26), Ketua Panitia Pelaksana Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Asep Rohmatulloh menjelaskan, bahwa insiden tersebut bermula ketika ratusan atribut yang baru saja dipasang tiba-tiba hilang dan ditertibkan tanpa koordinasi terlebih dahulu.
“Kami sangat kaget karena atribut yang bertuliskan aksara Arab (logo Mathla’ul Anwar) ikut diturunkan. Setelah dicek, ternyata berada di kantor Satpol PP dalam kondisi banyak yang rusak dan robek,” ujar Asep.
Klarifikasi dan Harapan Panitia
Menurut Asep, pihak panitia sebenarnya sudah mengantongi izin tertulis dari Pemerintah Kota Serang maupun Pemerintah Provinsi Banten. Ia menyayangkan tindakan pencabutan paksa tersebut karena bendera organisasi merupakan simbol kehormatan bagi para kader.
Informasi yang diterima panitia menyebutkan bahwa penertiban dilakukan dalam rangka sterilisasi jalur untuk menyambut kunjungan pejabat tinggi negara, meskipun belakangan agenda kunjungan tersebut dikabarkan batal.
“Kami tidak antikritik atau anti-aturan. Jika ada komunikasi, kami sendiri yang akan menurunkan. Namun, kami meminta ketegasan agar aturan diberlakukan adil, jangan tebang pilih terhadap atribut organisasi tertentu saja sementara yang lain dibiarkan,” tegasnya.
Meski sempat memanas, Asep memastikan situasi kini telah mencair. Panitia telah menjalin komunikasi dengan pihak Pemerintah Kota dan telah menerima permohonan maaf. Saat ini, atribut telah dipasang kembali untuk menyambut kedatangan sekitar 6.000 peserta dari 34 provinsi.
Fokus pada Pendidikan, Sosial, dan Dakwah
Muktamar yang mengusung agenda lima tahunan ini akan dipusatkan di dua lokasi utama yaitu untuk pembukaan digelar di Plaza Aspirasi, KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten). Sedangkan untuk sidang organisasi di gekar di Hotel Ledian dan Hotel Le Semar.
Asep menambahkan bahwa Mathla’ul Anwar yang kini berusia lebih dari satu abad (berdiri sejak 1916) tetap berkomitmen pada tiga pilar utama: pendidikan, sosial, dan dakwah keagamaan.
“Muktamar ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tapi bagaimana melahirkan desain kebijakan yang berkontribusi bagi umat dan bangsa. Kami bangga, organisasi yang lahir di Banten ini telah menjadi kekuatan nasional terbesar ketiga setelah NU dan Muhammadiyah,” pungkasnya.
Pendaftaran calon Ketua Umum sendiri masih dibuka hingga malam ini pukul 23.59 WIB di sekretariat panitia, Jalan Akses Polda, Kota Serang, dengan harapan melahirkan pemimpin yang amanah untuk masa bakti 2026-2031.(ssk)







