Harmonyfm – Serang, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparora) Kota Serang telah mematangkan strategi untuk mendongkrak sektor pariwisata pada tahun 2026. Fokus utama pengembangan akan diarahkan pada wisata sejarah (heritage) dan wisata alam berbasis masyarakat guna memperkuat identitas Kota Serang sebagai City of Heritage.
Kepala Disparora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengungkapkan bahwa salah satu target besar di tahun 2026 adalah menggali potensi situs Banten Girang. Situs ini dinilai memiliki nilai historis yang luar biasa karena merupakan pusat kerajaan pertama sebelum era Banten Lama.
Menelusuri Jejak Banten Girang
Zeka menjelaskan bahwa Banten Girang menyimpan artefak yang lengkap, mulai dari peninggalan kerajaan hingga gua-gua bersejarah. Meskipun dulunya berafiliasi dengan kerajaan Hindu sebelum kedatangan penyebar Islam dari Cirebon, potensi ini tetap menjadi bagian penting dari narasi sejarah Banten.
“Kami sudah bertemu dengan ahli waris dan melihat langsung ada empat gua di sana. Gua-gua ini sangat menarik, di temboknya terdapat ukiran kisah kerajaan zaman dulu. Bahkan ada mitos unik yang menyebutkan gua tersebut dahulu menjadi jalur orang pergi haji. Mitos-mitos seperti ini akan kami kemas dengan data dan fakta yang ada,” ujar Zeka, senin (12/01/26).
Saat ini, dari empat gua yang tersedia, baru dua gua yang dapat diakses oleh publik. Dua lainnya masih dalam penjagaan ahli waris karena alasan kesakralan. Ke depan, Disparora berencana bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait Detail Engineering Design (DED) untuk mengintegrasikan area situs dengan aliran sungai di sekitarnya.
Wisata Susur Sungai dan Glamping ala Serang
Selain Banten Girang, target kedua yang menjadi prioritas adalah Wisata Susur Sungai Umbul Tengah. Menariknya, wisata ini akan mengusung konsep pemberdayaan masyarakat lokal.
“Insyaallah, jika tidak ada halangan, habis Lebaran kita akan launching wisata susur sungai ini. Keterlibatan masyarakat sangat erat di sini,” tambah Zeka.
Tak hanya itu, Disparora juga berambisi menghadirkan fasilitas akomodasi modern yang sedang tren. “Kalau di daerah lain ada Puncak atau Pangalengan dengan glamping-nya, ke depan Kota Serang juga akan punya tempat-tempat glamping yang tidak kalah menarik,” tuturnya.
Edukasi Sejarah dan Alam
Zeka menegaskan bahwa pengembangan Banten Girang bukan sekadar wisata alam, melainkan wisata edukasi. Masyarakat akan dipandu untuk memahami bahwa sebelum kejayaan Banten Lama, terdapat peradaban Banten Girang yang menjadi cikal bakal wilayah tersebut.
“Masyarakat bisa datang melihat alamnya yang masih asri, sungainya yang masih ada, sekaligus belajar sejarah. Kami ingin Banten Girang dan Umbul Tengah menjadi referensi utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang berkunjung ke Kota Serang,” pungkasnya.(ssk)







